Merpati twitter

Share it

Sabtu, 01 Desember 2012

Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel


Unsur Intrinsik-Ekstrinsik Novel Edensor karya Andrea Hirata
Oleh: M. Firdan Juliansyah

A.   Unsur Intrinsik
1)    Tema: Petualangan dua orang bersaudara dalam mencapai cita-cita dan mencari cinta
2)    Penokohan dan Watak
Ikal:
·        Pintar ( Aku dan Arai menerima surat pengumuman tes beasiswa itu di Belitong(hal 45))
·        Nakal (Nakalku makin menjadi. Aku blingsatan mencari diriku sendiri, tersesat dalam ide-ide yang sinting.(hal 23))
·        Iseng (Kedua, adalah kenakalan yang kusembunyikan jauh di dalam hati, sehingga Maurent sendiri tak tahu bahwa aku seelalu berusaha agar dia menyebut namanya berulang-ulang.(hal 83)
·        Setia (Aku merindukan A Ling, rindu pada senyumnya,…Aku ingin bertemu, tapi ia masih raib(hal 160))

Arai:
·        Gigih(Arai kembali bersemangat menimbuniku dengan daun-daun rowan sambil tertawa terkekeh-kekeh(hal 65))
·        Setia (Tanggal 14 September adalah ulang tahun Zakiah. Inilah sumber gundah gulana itu. Sungguh setia cinta dalam hati Arai(hal 230))

Stansfield:
Sombong( Banyak yang heran bagaimana aku bisa akrab dengan Stansfield yang sengak itu(hal 97))

Townsend:
Keras kepala(Karena itu, orang-orang Vermont terkenal keras kepala hingga lahir julukan Vermont Stubborn. Nah, Virginia lahir dari keluarga Vermont tulen(hal 97))

Ninochka:
Pemalu (Bukan hanya karena penampilan udiknya, sifat pemalunya, atau olahraga anehnya, tapi juga karena penyakit bengeknya yang parah(hal 107))

Mashood
·        Fanatik (Mashood benar-benar mengagumi sang Imam (hal 238))
·        Ramah (“Brother Muslim! Oh, Subhanallah, marhaban, marhaban.” (hal 237))
·        Jenaka (Namanya Mashood. Tubuhnya tambun, wajahnya licin, bulat, dan jenaka. (hal 237)) 

         Simon Van Der Wall :
         Tega/tidak peduli pada nasib orang lain.


3)    Latar
a)     Tempat
Tanjung Pandan (Dua minggu berikutnya aku harus ke Tanjong Pandan mengikuti ujian sekolah. (hal 4))
Bogor (Di bogor kami melamar kerja (hal 37))
Prancis(Prancis belum bangun ketika kami tiba di terminal bus Galliani(hal 77))
Italia(Penampilan kami yang paling mengesankan adalah di Fontana de Trevi, Roma (hal 248))
Rusia(Dengan menumpang bus sayur atau diam-diam melompat ke gerbong kereta minyak, kami sampai ke Moskwa(hal 197))
Estonia(Awal September kami sampai ke Estonia(hal 230))
Spanyol (Di Spanyol aku ternganga di bawah kubah Sagrada Familia, aku merasa seperti berada di dalam kerajaan kaum lelembut.(hal 269))
Islandia (kami ke Islandia, jauh dan harus naik feri(hal 194))
Swiss (Swiss, gemah ripah loh jinawi. Pada setiap sudut tercermin kekayaannya. Kami menyusuri avenue di Interakun, sebuah mobil Bentley menepi dan menekan klakson hati-hati. (hal 233))
Inggris (Bus antarkota national express membawaku ke Sheffield, di Midland, wilayah tengah Inggris, dekat Manchester, Birmingham, dan Leeds.(hal 283))
Perbatasan Nigeria-Mali (Di perbatasan Nigeria dan Mali kami menjumpai serombongan kafilah pedagang yang akan melintasi Gurun Sahara menuju Burkuni(hal 266))
Zaire (Kami pun samoai ke Zaire dan menemui seorang wanita Skotlandia bernaman Nadine Scott.(hal 267))
Yunani (Dewi Fortuna tertawa lebar, sampai terbahak-bahak, ketika kami sampai di Akropolis, Yunani. (hal 212))
Negara-negara Balkan (Sekonyong-konyong, nasib kami berbaik di negeri Balkan. (hal 217))
Rumania (sejak hari pertama di Crainova, Rumania aku waswas. (hal 218))
b)    Waktu
Minggu pagi(kami bertolak ke Bandara Soekarno-Hatta naik Fokker 28 dari bandara perintis Buluhtumbang di Tanjung Pandan (hal 48))
Waktu Sholat Jum’at (usai khotbah, yang disampaikan dalam bahasa Arab, jemaah berdiri untuk shalat jum’at, berdesakan (hal 242-243))
Malam terakhir di Jerman (Malam terakhir di Jerman, kami membungkus diri dalam sleeping bag, tidur di sudut stasiun  Kӧln.(hal 193))    
4)    Alur
Campuran (Maju dengan adanya flashback).
5)    Sudut Pandang
Orang pertama, sebagai pelaku utama.
6)    Amanat
·        Tak ada yang terjadi secara kebetulan
·        Hidup itu penuh tantangan dan rintangan
·        Bergaul dengan siapapun juga, kita tetaplah diri kita sendiri.
·        Tertawalah, karena dunia akan tertawa bersamamu dan jangan bersedih karena kamu hanya akan menangis sendirian.
·        Bermimpilah, karena TUHAN akan memeluk mimpi-mimpi itu.
.   Kenakalan di masa lalu membuat kita menemui karma di masa depan.

B.   Unsur Ekstrinsik
Ø Nilai Sosial(Meskipun kami saling bersaing tajam, semuanya hanya secara akademik. Setelah pertempuran ilmiah habis-habisan,  kami menghambur ke kafe mahasiswa Brigandi et Bougreesses(hal 111))
Ø Nilai Ekonomik(Kami memasuki Belomorsk dalam keadaan bangkrut(hal 197))
Ø Nilai Bahasa (Belakangan kami tahu, oik adalah cara orang Belanda menyebut hai.(hal 53))
Ø Nilai nasionalisme (Anggun membuatku bangga menjadi orang Indonesia (hal 87))
Ø Nilai agama (Aku lebih kaget lagi karena suara amin itu hanya sendiri, sebab mazhab yang dianut jemaah masjid ini hanya mengucapkan amin dalam hati.(hal 243))

1 komentar:

  1. Thanks atas postingannya. dapat membantu tugas saya.
    http://masterblogpelajar.blogspot.com

    BalasHapus